Laman

Rabu, 11 Agustus 2010

KRI Teluk Mandar Gelar Latihan Penyelamatan Kebakaran

Selasa, 10 Agst 2010 19:45:09

Surabaya - Sejumlah anak buah kapal yang selama ini bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Mandar-514 menggelar latihan penyelamatan kebakaran di Speknubika Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, Selasa.

Latihan itu untuk membekali awak kapal dalam mengatasi peristiwa kebakaran seperti yang pernah menimpa KRI Boiga-825 di dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Surabaya, 25 Juli lalu.

"Semua unsur di Koarmatim sedang berupaya keras dalam mengatasi peristiwa kebakaran di atas kapal," kata Kepala Sub-Dinas Penerangan Umum Koarmatim, Mayor Kariono.

Bahkan Panglima Koarmatim telah mengeluarkan Basegram Nomor 497/basegram/0810 TWU 0803.1726 tentang upaya untuk mencapai "zero accident" dengan meningkatkan latihan penyelamatan kebakaran secara periodik.

"Dalam latihan penyelamatan itu kami memanfaatkan fasilitas pelatihan di Kolatarmatim dan Speknubika Kobangdikal," katanya.

Sementara itu, Komandan KRI Teluk Mandar, Letkol Laut (P) Arief Meidyanto, mengemukakan, latihan tersebut melibatkan 43 awak kapal dan 11 instruktur dari Puspeknubika Kobangdikal.

"Kami telah berkoordinasi dengan Komandan Puspeknubika Kobangdikal untuk menggelar latihan ini," katanya.

Walaupun dilaksanakan secara singkat, menurut dia, latihan tersebut berjalan cukup lancar dan aman.

Komandan Puspeknubika Kobangdikal Kolonel Laut (T) Bambang Purnama, menilai pelatihan itu seharusnya berlangsung lebih lama.

"Idealnya dalam latihan ini diajarkan teori dan praktik selama 30 jam pelajaran. Namun untuk mencapai tahap mahir harus kursus selama sebulan, sedangkan untuk tahap sertifikasi kursusnya tiga bulan," katanya.

Mengingat KRI Teluk Mandar sedang dalam proses perbaikan, latihan tersebut dapat dilaksanakan secara singkat.

Materi latihan itu, di antaranya meliputi praktik langsung memadamkan api tipe B (kebakaran minyak) dengan menggunakan alat pemadam kebakaran jenis "Dry Powder" dan busa.

Para peserta latihan juga diperkenalkan penggunaan "Oksigen Breathing" untuk menghadapi peristiwa kebakaran tipe A (kebakaran padat) yang terjadi dalam ruang tertutup.



antarajatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar